BETA
Index Topik
Roma, Surat
Roma, Surat
Roma, Surat
Sumber: haag
Id Topik: 5516
Roma (Surat Kepada Jemaat Roma). (disingkat ~SR).
Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma.
- (I). SEBAB DAN TUJUAN. Sehubungan dengan rencana misi yang besar di Spanyol (Roma 15:24,28) Paulus terpaksa harus menguraikan posisi theologinya dan memperbaiki interprestasi kafir kristen (: orang kristen bekas kafir) maupun interprestasi Yahudi kristen yang salah terhadap ajarannya. Di samping itu timbul ketegangan-ketegangan di kalangan jemaat Romawi karena perintah pantangan tertentu dan larangan-larangan pada saat-saat tertentu. Barangkali sebuah permintaan jemaat menyebabkan Paulus memberikan peringatannya, bahwa mereka yang "kuat" (mungkin para orang Kristen asal kafir yang telah dibebaskan dari hukum) seharusnya menerima mereka "yang lemah" (barangkali para kristen Yahudi yang tidak dapat melepaskan dirinya dari hukum) dalam cinta kasih (Roma 14:1-15:13).
- (II). PENULISAN DAN KEASLIANNYA. Paulus menulis ~SR menjelang akhir karyanya di daerah Timur (Rom 15:25-28) sekitar tahun 58 sesudah Mas. dan diperkirakan di kota Korintus. Keaslian ~SR dipandang sebagai terbukti. Hanya pada doksologi penutupnya timbul keragu-raguan (Rom 16:25-27). Sehubungan dengan daftar pemberi salam (Rom 16:3-16) permintaan perhatian (Rom 16:1-2) dan peringatan (Rom 16:17-20) timbul persoalan, apakah bagian tersebut benar-benar termasuk ~SR yang asli ataukah merupakan sebuah tambahan dari waktu kemudian.
- (III). CARA PENYAJIAN DAN SUSUNAN. Surat yang didiktekan (Paulus memperkembangkan gagasannya dalam saat mendikte) kepada seorang penulis Tertius (Rom 16:22) dalam bahasa Yunani melengkapi kekurangan sistema dan kelengkapan ajaran dengan suatu dinamika yang hidup dan asli. Pada umumnya menyolok sekali corak khotbah di situ. Uraian theologi dan nukilan-nukilan perenetis dibuat bergantian (bdk.: Rom 6:1-14). Penafsiran PL (oleh Paulus) merupakan cara penguraian yang lazim sekali dalam Yudaisme pada saat itu dan kini kadang-kadang asing sekali bagi kita. Di situ nampak jelas adanya susunan yang tertentu:
- (1) Pendahuluan: Salam dan hubungannya dengan Roma (Rom 1:1-17).
- (2) Bagian utama:
- (a) Injil tentang kebenaran Allah dan dibenarkannya manusia atas dasar iman (Rom 1:18-8:39).
- (b) Tempat bangsa Isr. di dalam rencana keselamatan Allah (Rom 9:1-11:36).
- (c) Petunjuk-petunjuk praktis (Rom 12:1-15:13).
- (3) Penutup: Salam dan permintaan perhatian (Rom 15:14-16:24) serta doksologi (Rom 16:25-27).
- (IV). TUJUAN DARI URAIAN. Bagian inti ~SR ini dipaparkan dalam kalimat: Hanya oleh karya keselamatan Allah karena kasihilah manusia dapat dibenarkan (Rom 3:21-26): Tanpa menempati hukum Yahudi. Hanya oleh iman terhadap Yesus Kristus, yang oleh kematian-silih-Nya telah menebus semua orang. Untuk itu Abraham dipakai sebagai bukti di dalam Alkitab (bab 4). Di dalam titik pandangan universilnya, Paulus menghubungkan seluruh umat manusia dengan Adam dan dengan Kristus (kematian dan hidup). Kedosaan selalu datang lagi untuk menyerang, meskipun keselamatan telah diperoleh lewat pembenaran, sehingga orang kristen tidak dilepaskan dari perbuatan yang etis-susila. -- Tema yang kedua (bab 9-11) timbul dari pertanyaan, mengapa Isr., yaitu bangsa yang ditentukan dan terpilih untuk keselamatan, tidak menerima keselamatan di dalam Yesus Kristus. Paulus percaya, bahwa pada akhirnya Allah akan mengasihani bangsaNya.