BETA
Menghadapi Kematian Pasangan
Sumber: artikel_c3i
Id Topik: 7959

Kematian bukanlah topik yang populer dalam percakapan biasa. Namun, meskipun hal itu tidak sering dibahas, adalah tepat untuk mengatakan bahwa banyak dari kita memiliki pandangan yang sama tentang topik tersebut.

Sebagai contoh - kebanyakan orang dewasa setidaknya akan mengakui bahwa waktunya akan tiba ketika orang tua mereka akan meninggal (jika pada saat itu mereka belum meninggal). Hampir setiap orang tua mengaku bahwa tidak ada seorang pun yang harus mengubur anak mereka sendiri. . . meskipun, cukup menyedihkan, ada banyak yang melakukannya.

Namun, menghadapi kematian dari pasangan mungkin saja membuat kebanyakan orang dewasa lebih sering terkejut daripada tidak.

Gerald Sittser adalah seorang dosen dan penulis. Dalam bukunya, "A Grace Disguised" (Anugerah di Baliknya - Red.), ia berbicara tentang kecelakaan mobil tragis yang merenggut nyawa ibunya, istrinya, dan putrinya yang kecil.

Melalui musim gelap kehidupan, ia menemukan sepuluh prinsip yang saya sebut sebagai menahan "Duka dengan Anugerah".

  1. Ketika kegelapan melanda, jangan terlalu terburu-buru menyalakan lampu. Tragedi menyerang dengan tiba-tiba. Dan sekarang, pikiran rasional dan logis kita menginginkan beberapa keteraturan. . . mencoba untuk "memahami keadaan." Nah, jika pasangan Anda baru saja meninggal, pahamilah bahwa Anda akan memasuki periode gelap. Tidak ada jawaban yang mudah — terutama di masa-masa awal.
  2. Dengarkan "jeritan diam" akan kesedihan. Berduka adalah bagian alami dari rasa kehilangan. Itu menyakitkan! Jadi biarkan perasaan itu keluar.
  3. Siapkan diri untuk melakukan Perjalanan di Laut Kehampaan. Ada begitu banyak detail yang harus ditangani sesaat setelah kematian pasangan Anda. Banyak dari kegiatan ini akan tampak kosong bagi Anda. Itu tidak mengapa. Hal itu masih perlu dilakukan — berikan saja diri Anda ijin untuk tidak menjadikannya lebih daripada yang seharusnya.
  4. Ucapkan selamat tinggal pada "Diri Anda yang biasanya." Tidak ada lagi "urusan seperti biasa" setelah pasangan Anda meninggal. Hal-hal yang nyaman dan akrab juga tidak ada lagi. Bawalah kenangan-kenangan yang baik bersama dengan Anda dan bersiaplah untuk melanjutkan. Allah memiliki banyak hal luar biasa yang belum ditunjukkan-Nya. Percayalah kepada-Nya untuk menghibur dan membimbing Anda dalam perjalanan yang baru ini.
  5. Jangan mencoba untuk "tawar-menawar" dengan Tuhan. Pasangan yang masih hidup sering ditinggalkan untuk menjawab pertanyaan, "Mengapa bukan saya? Mengapa bukan saya yang meninggal?" Nah, untuk alasan apa pun, Anda masih di sini. Cobalah untuk tidak menghabiskan terlalu banyak waktu memikirkan mengapa Anda. Tuhan mengetahui alasannya.
  6. Ampuni dan Ingatlah. Kehilangan yang tragis dan mendatangkan malapetaka seringkali adalah akibat dari kesalahan. Kebanyakan korban sangat ingin menjadi kuat setelah kehilangan semacam ini, dan untuk alasan yang baik. Namun, akhirnya, "keadilan" yang diragukan berubah menjadi balas dendam, dan itu merupakan beban berat untuk ditanggung selama sisa hidup Anda. Pengampunan adalah kunci - tetapi pengampunan bukan berarti melupakan. Dan, rasa kehilangan kadang-kadang dapat meninggalkan memori dari cerita yang indah kepada kita.
  7. Jangan pernah lupa bahwa hidup memiliki kata akhir. Tak satu pun dari kita yang rela dan senang hati menerima kematian hidup. Namun pasti, kehilangan pasangan memaksa kita untuk menjadi lama dan sulit dalam melihat realitas itu. Meskipun mungkin tidak tampak begitu pada saat itu, ini adalah karunia yang luar biasa dari Tuhan.
  8. Bergabunglah dengan "Komunitas Orang-orang yang Patah Hati." Kehilangan adalah pengalaman universal — tetapi tidak harus mengasingkan kita. Meskipun itu adalah pengalaman sunyi yang harus kita hadapi sendirian, kehilangan juga adalah pengalaman umum yang dapat membawa kita kepada komunitas. Meskipun kita memasuki gelapnya kehilangan ini sendirian saja, di sana kita akan menemukan orang lain dengan siapa kita bisa berbagi hidup bersama-sama.
  9. Ingatlah bahwa pasangan Anda sekarang menjadi bagian dari "awan saksi" yang banyak. Ibrani 12 membicarakan tentang sekumpulan orang yang sekarang menonjolkan salah satu orang yang Anda cintai lebih daripada orang lain dalam hidup ini - Pasangan Anda terkasih. Bersukacitalah atas fakta bahwa dia sekarang pulang!
  10. Anda sekarang memiliki warisan di pemakaman. Dan, yang mungkin lebih penting, begitu juga anak-anak Anda. Ajak mereka ke sana. Banyak warisan Anda yang ada pada saat kelahiran. Namun, mungkin warisan yang lebih besar ada pada saat kematian. Bangunlah di atas warisan itu sehingga Anda dapat melanjutkan menghidupi warisan yang Anda mulai dengan pasangan Anda.

Menggunakan prinsip-prinsip ini tidak akan membantu Anda "mengatasi" kematian pasangan. Tidaklah realistis untuk mengharapkan bahwa Anda dapat melakukan sesuatu yang lebih daripada bertahan di musim gelap ini. Namun, ingatlah hal-hal tersebut dan genggam hla-hal tersebut dekat dengan hati Anda - Tuhan akan melihat Anda melewatinya!

(Disarikan dari buku, A Grace Disguised: How the Soul Grows through Lossby Gerald L. Sittser Selain itu, sumber yang bagus untuk anak-anak adalah, Heaven’s Not a Crying Place: Teaching Your Child About Funerals, Death and the Life Beyond oleh Joey O'Connor.) (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs: Growth Trac
Alamat URL: http://www.growthtrac.com/dealing-with-the-death-of-a-spouse/#.U3nGyldv5iA
Judul asli artikel: Dealing With the Death of a Spouse
Penulis artikel: Jim Burns
Tanggal akses: 19 Mei 2014