BETA
Index Topik
Zakharia
Zakharia
Zakharia
Sumber: haag
Id Topik: 5702
Zakharia. (Untuk meninjau arti kata itu lihat: --> Sekharia).
- (I). SEORANG NABI. Teman sezaman Hagai. Menurut Za 1:1 ia adalah putera Berekhya dan anggota keturunan keluarga imam Ido (Ezr 5:1; 6:14). Ia muncul pada zaman raja Persia Darius I (521-485). Amsal-amsalnya dikumpulkan dalam Kitab yang diberi nama sesuai dengan namanya:
- (II). ZAKHARIA (KITAB).
- (1) Isi.
- (a) Bab 1-8: Tiga buah nubuat yang ditanggali pada tahun pemerintahan Darius yang ke-2 dan ke-4. Nubuat kedua (Za 1:7-6:8) memuat delapan penglihatan malam yang terkenal: Keempat penunggang kuda; keempat tanduk; seorang malaekat dengan tali pengukur; pembersihan Yosua; kandil emas; gulungan Kitab yang terbang; perempuan dalam gantang; keempat kereta.
- (b) Bab 9-14: Tiga buah putusan eskatologis Allah yang tidak ditentukan waktunya tentang kedatangan Kerajaan Allah sesudah proses-proses pembersihan yang sesuai (alegori gembala).
- (2) Penulis. Di dalam bagian pertama yang tidak diragukan lagi keaseliannya dibicarakan soal berita ~Z mengenai pengalaman-pengalaman, kematian yang ditetapkan waktunya. Berita itu kemudian ditambahi dengan beberapa kata Yahwe (Za 1:16-17; 2:10-17; 3:8-10; 4:6-10a) dan serangkai kata-kata Yahwe yang tidak diberi waktu (Za 6:9-15; 7:4-8:1; Za 8:2-17,20-23). Soal keaselian bagian kedua timbul keragu-raguan sastra yang serius dan keraguan atas masalahnya sendiri (judul dan tanggalan tidak ada; pembangunan kenisah tidak disinggung dan lain-lain). Bagian tersebut jelas berasal dari seorang penulis atau lebih, yang berasal dari zaman yang berbeda.
- (3) Theologi. Dalam bab 1-8 ~Z memusatkan pandangannya secara menyeluruh pada pendirian kenisah, dasar dari harapan Mesiasnya. Dalam hal itu ia terpengaruh oleh para nabi pada zaman sebelumnya (terutama Yeh) dan dari rekan sezamannya Hag.: Dengan panggilan yang dilakukannya untuk membaharui akhlak, ia hubungkan tema pokok Hag tentang kedatangan keselamatan, yang baru terpenuhi setelah selesainya pembangunan kenisah. Di samping itu ia tekankan transendensi Tuhan. Para malaekat tampil sebagai penghubung di antara Allah dan manusia. Bab 9-14 adalah sebuah lukisan soal keselamatan eskatologis, yang menjelaskan tidak perlunya lagi ada nabi. Di sini Mesias terutama dilukiskan sebagai pelindung orang-orang miskin.