BETA

Index Topik

Yohanes, Injil

Yohanes, Injil

Yohanes, Injil
Sumber: haag
Id Topik: 5679

Yohanes (Injil Yohanes).

  1. (I). PEMBAGIAN DAN SUSUNAN. Mengenai bahan-bahan dari Yoh. dapat dibagi dalam 3 bagian besar:
    1. (1) Yoh 1:19-12:50: Perihal hidup umum yang dilakukan Yesus sebagai perwahyuan mutlak. Olehnya Allah memanggil dunia pada suatu putusan pemilihan yang tidak dapat dirubah lagi.
    2. (2) Yoh 13:1-17:26: Yesus mewahyukan Diri kepada "miliknya".
    3. (3) Yoh 18:1-20:29: Yesus kembali pada Bapa, pemulihanNya oleh sengsara dan kebangkitanNya. Sebuah prolog mendahului karya itu. Di dalamnya sudah disinggung gagasan-gagasan utamanya (Yoh 1:1-18). Penutup Injil (\\Yoh 20:30-31*\\) mengungkapkan harapan kitab itu. Dari segi sastra, bab 21, adalah sebuah tambahan. Boleh jadi bagian itu dikumpulkan para muridnya dari bahan-bahan, yang akhirnya berasal dari penulis injil itu sendiri. Masalah susunan sebenarnya karya sastra itu (mengenai arti tulisan, tentang persoalan apakah pikiran dasar penulis, terungkap pada susunan tertentu), masih belum terpecahkan sampai saat ini.
  2. (II). CORAK THEOLOGI YANG KHAS. Yohanes itu tidak berbeda dengan para sinoptik di dalam keinginannya mewartakan soal Kristus-sejarah yang hidup bersejarah (Yoh 20:30-31). Dengan cara yang lebih tegas dari para penulis lainnya, Yohanes membuat renungan tentang pribadi maupun karya Yesus Kristus, yang ditinjau dari sinar-cahaya pengalaman Paskah (Yoh 2:18 dan seterusnya; Yoh 7:37-38; 12:6). Di dalam Kristus itu Yohanes bukan hanya mengakui pemenuhan akan harapan-harapan keselamatan Isr. (Yoh 3:14; 6:32,49-50; 8:56), melainkan pula pemenuhan kerinduan umat manusia (: Air hidup: Yoh 4:14; Roti: Yoh 6:35; Cahaya: \\Yoh 9:5\\; Gembala: \\Yoh 10:1*\\; Jalan, kebenaran dan hidup: Yoh 14:6). Atas dasar itulah mukzizat-mukzizat yang dilakukan oleh Kristus selalu menjadi tanda sebuah kebenaran yang lebih mendalam (Yoh 2:11; 6:35; 11:25). Setiap pertemuan dengan Kristus adalah sebuah pengalaman yang membuat orang mengadakan putusan akhir tentang hidup atau mati: Orang yang tidak percaya menutup diri dalam kegelapan (Yoh 3:19 dan seterusnya), sedangkan orang yang percaya ikut ambil-bagian pada hidup abadi (Yoh 6:63) sejak sekarang (\\Yoh 5:24*\\) karena pemberian Roh oleh Kristus (Yoh 3:5-6; 14:26). Pengetahuan yang dikerjakan Rokh pada orang yang percaya membuatnya bersatu dengan Kristus. Tuhannya (Yoh 15:15), yang sekaligus merupakan suatu persatuan dengan Allah Bapa dan dengan semua orang beriman
    1. (17) dan yang harus disimpan dengan pemenuhan kasih yang rendah hati (Yoh 13:1-14; 15:9-17). Di situ Yohanes sudah memberikan salah satu pengertian yang menentukan (Yoh 5:25-26) tentang pertemuan orang dengan pemberi wahyu di dunia, sehingga orang-orang Yahudi yang tetap bersikeras dalam menolak Kristus harus dipandang sebagai "anak-anak setan" (Yoh 8:42 dan seterusnya) atau sebagai penjelmaan dunia yang menjadi musuh Allah (Yoh 17:25). Sudah barang tentu perlu diperhatikan, bahwa identifikasi demikian tidak akan ditanggungkan kepada agama Yahudi di dalam sejarah.
  3. (III). YOHANES DAN PARA SINOPTIK. Hubungan Yohanes dengan Injil-injil sinoptik tidak bisa ditentukan begitu saja. Dari satu pihak ada kesamaan yang tidak dapat diingkari lagi. Bukan hanya kesamaan mengenai susunan umum injil itu sendiri, melainkan juga pada berita-berita satu persatunya: Tentang karya Yohanes Pembabtis sebagai pendahulu Yesus (Yoh 1:19-36), tentang pengkudusan kenisah (\\Yoh 2:13-22*\\), tentang memberi makan 5.000 orang dan tentang perjalanan Yesus di atas danau (Yoh 6:1-21), tentang diurapinya Yesus di Betania (Yoh 12:1-8) dan tentang diaraknya Yesus masuk Yerusalem (Yoh 12:12-19), terutama tentang kisah sengsaraNya (Yoh 18-19), yang pada Yohanes cocok dengan para sinoptici dalam hal-hal yang pokok. Di lain pihak harus dikatakan, bahwa dapat dipastikan akan adanya perbedaan-perbedaan yang mendalam sekali: di dalam bahan penceritaan (: Yesus mengadakan perjalanan 4 kali ke Yerusalem: Yoh 2:13; 5:1; 7:10; 12:12. Bahwa Yesus adalah Mesias sudah dikenal sejak awal-mula: 29.41. Hal itu berlawanan dengan Mark 8:27 dst; \\Mark 11:1-11*\\. Yesus tidak menyembuhkan orang-orang yang kerasukan setan), terutama dalam bidang bahan pewartaan (tidak ditemukan perumpamaan-perumpamaan dari sinoptici, bahkan sebaliknya ditemukan perumpamaan lain tentang Gembala dan tentang batang anggur: Mark 10:1-6; 15:1-8. Tidak ditemukan kalimat-kalimat tajam yang mudah diterima, melainkan pembicaraan yang meluas tentang pengertian-pengertian yang tidak mempunyai kesejajaran dengan ketiga injil lainnya, seperti: kelahiran kembali, roti kehidupan, kemuliaan dan lain-lain. Tak ada pula pemakluman tentang kerajaan Allah yang mulai datang seperti pada Mark 1:14-15; tetapi pewartaan tentang penghakiman yang sekarang sudah mulai dilakukan: Mark 3:19; 5:24; 12:31). Akhirnya, bila ditinjau dari hubungan isinya tidak mungkin diputuskan, apakah Yohanes mengenal Injil Sinoptik seperti yang ada pada kita; dan apakah Yohanes menggunakannya; atau di dalam membuat injilnya itu Yohanes langsung mengambil bahan dari sumber yang serumpun dan dari sebuah tradisi lisan yang sama (dengan para Sinoptici).
  4. (IV). LINGKUNGAN DAN PENGARUH. Bentuk pewartaan kristen yang khas Yohanes juga sekali ikut ditentukan oleh lingkungan religius dan kebudayaan. Injil Yohanes timbul di situ. Meskipun (dalam waktu lama dikatakan adanya) suatu ketergantungan sastra pada Injil Yohanes dengan sumber-sumber gnostik, yang kini hampir tidak dapat dipertahankan, tetapi penemuan-penemuan di --> Kumran dan Nag Hamadi memberi kepastian, bahwa Gnosis itu kuat sekali pada waktu sekitar penulisan Injil Yohanes, sehingga pandangan dan terminologinya secara hakiki ikut dipengaruhi arus itu. Namun demikian Injil Yohanes sama sekali bukan buah hasil lingkungan tersebut. Injil Yohanes adalah suatu perdebatan dengan pandangan dan pertanyaan-pertanyaan lingkungan itu dari dasar suatu Kristologi yang sudah diperdalam.
  5. (V). PENULIS. Menjelang akhir abad 2 tersebarlah pandangan di Gereja-gereja Asia Kecil (Efesus), Mesir dan Roma yang mengatakan, bahwa Rasul Yohanes adalah penulis Injil ke-4. Pendukung paling gigih atas pandangan itu adalah Ireneus. Cepatnya Injil Yohanes tersebar-luas, sebagian dapat dijelaskan karena injil itu dihubungkan dengan rasul Yohanes. Kesaksian naskah yang tertua (Yoh 18:33,37-38) berasal dari lebih kurang tahun 130. Sebuah Injil yang begitu besar perbedaannya dengan yang sudah beredar harus benar-benar mempunyai kewibawaan apostolik tinggi, sehingga tulisan itu sudah memperoleh tempat di gereja-gereja, meskipun timbulnya belum ada satu generasi. Saat ini ditemukan penyelidik-penyelidik ilmiah katolik yang cenderung memajukan penyelesaian masalah penulis itu secara lebih terperinci. Mereka ikuti pandangan, bahwa pada suatu segi rasul Yohanes berdiri di belakang injil itu sebagai wibawa rasuli. Dari segi lain mereka melihat perkembangan sejarah tradisi dan sejarah keagamaan dalam pewartaan kristen, yang sudah berpandangan pikiran sempurna di dalam Yohanes. Menurut pandangan itu ada seorang penulis atau beberapa penulis, yang tidak boleh direndahkan martabatnya dengan sebutan "pengarang diklat". Mereka itulah pendukung rasul Yohanes di dalam menulis injil yang ke-4. Murid yang memberikan corak tertentu pada keseluruhan karya itu, menurut pengertian kita dapat disebut menjadi penulis injil Yohanes. Boleh jadi ia itu seorang Yahudi dari daerah diaspora, yang mempunyai hubungan akrab sekali dengan rasul Yohanes dan mempunyai suatu pendidikan rokhaniah yang baik, sesuai dengan kebudayaan waktu itu. Namanya tidak dikenal. Seberapa jauh "penulis" terakhir ini tidak melulu menjadi penyimpan warisan tradisi dan menjadi pemaklum pewartaan Yohanes, melainkan seorang ahli theologi dan pewarta bagi para pembacanya, sampai kini tidak bisa ditentukan. Bagaimanapun juga ia itu melampaui seorang kompilator atau pengumpul bahan tradisi Yohanes. Karena isi dan bentuk, bahasa dan pikirannya tidak dapat dipisahkan, maka penulis yang tidak dikenal itu jelas memiliki suatu kebebasan yang besar: Tradisi dan interpretasi kejadian keselamatan Yohanes itu diwarnainya secara pribadi.