Index Topik
Hari
Hari
Sumber: haag
Id Topik: 5176
Hari.
~H, kelangsungan waktu dari dini hari sampai pada fajar petang, yang ditandai oleh cahaya terang (Kej 1:5; 8:22; Ayub 24:16; Yoh 11:9-10 dbtl.). Malam dihitung sebagai tambahan pada hari yang telah berlalu (Im 7:15; 23:5-6; Hak 19:4-9 dan lain-lain). Dari situ timbul kemungkinan memandang ~H sebagai kesatuan 24 jam (etmal) yang dihitung dari pagi sampai pagi (misalnya: Kej 1:5). Di samping itu ada pembatasan yang lebih baru: Satu etmal dimulai dengan tenggelamnya matahari. Dasarnya terletak pada pengarahan kalender Yahudi menurut perhitungan bulan. Banyak pesta Yahudi (Kel 12:18 = Pesta Mazot; Im 23:32 = Hari silih; Ydt 8:6; Yub 32:16 = sabat) yang dimulai pada waktu petang. Waktu hari ditentukan menurut tempat-berdirinya matahari (Pagi, tengah hari, petang) dan menurut angin sore (Kej 3:8 = jam 14-15) dan angin malam (\\Kid 2:17; 4:6*\\ = sebelum fajar pagi). Waktu tertentu dalam ~H yang dihubungkan dengan perbuatan liturgis menjadi saat penentu (: waktu persembahan kurban petang antara pukul 15-16 = 1Raj 18:29; Dan 9:21; Kis 3:1). Pembagian jam yang sudah menjadi kebiasaan di Mesopotamia pada zaman Sumer, baru terbukti berlaku di Palestina pada awal zaman Yahudi dan pada zaman PB. Menurut Yoh 11:9 orang membagi hari dari terbitnya matahari sampai pada tenggelamnya dalam 12 jam. Panjangnya jam berubah menurut musim tahun (Mat 20:3,5-6; Yoh 1:39; 4:6,52 dan lain-lain). Tetapi dalam prakteknya orang mengikuti pembagian waktu dalam 4 kesatuan: Pagi (jam 6-9), jam ketiga (9-12), jam keenam (12-15) dan jam kesembilan (15-18).