BETA
Index Topik
Firdaus
Firdaus
Firdaus
Sumber: haag
Id Topik: 5133
Firdaus. (Kata pinjaman dari bhs. Persia kuno).
Di dalam PL kata ~F dipakai untuk mengartikan: taman, kebun pohon, taman kesenangan (Kid 4:13; Pengk 2:5; Neh 2:8). Oleh para LXX kata ~F hanya dipakai untuk taman, di mana Tuhan menempatkan manusia pertama sebelum mereka jatuh dalam dosa (Kej 2:1-3:24).
- (1) ~F dalam zaman purba. Berita yahwis di dalam Kej 2:4-3:24 menempatkan manusia pertama di dalam sebuah taman yang kaya akan air. Di situ banyak pohon indah, di antaranya bertumbuhlah --> Pohon kehidupan, yang membuat orang tidak akan mati. Soal ~F disebutkan dalam Kej 13:10; Yes 51:3; Yeh 31:8-9; Sir 40:27 dll sebagai lambang tumbuh-tumbuhan yang hidup subur. Sebuah lukisan yang menyimpang dari pengertian di atas diungkapkan dalam Yeh 28:13-14. Tetapi pada Kej 2:1-3:24 juga tidak semua elemen yang disebutkan itu cocok: Di situ ada pengulangan (Kej 2:8 dan \\Kej 2:9; 3:17-19*\\ dan Kej 3:23-24). Air yang keluar dari bumi dicocokkan dengan sungai sungai bercabang empat di Eden, yang dicari orang di daerah utara, sebab diberi nama Efrat dan Tigris (sindiran terhadap gunung illah dari Allah El seperti nampak pada Yes 14:13; Mazm 48:3). Berbalikan dengan itu di dalam Kej 3:24; 4:16 diandaikan, bahwa ~F letaknya di daerah barat. Pohon kehidupan dan pohon Pengetahuan (Kej 2:9) yang disejajarkan itu bisa dinyatakan sebagai pengulangan motif. Semua itu (dan lain-lain) membangkitkan pandangan, bahwa di dalam Kej 2:1-3:24 dipersatukanlah pandangan berrbeda soal ~F.: Motif soal kesuburan dunia yang memikat, yang kemudian hilang oleh adanya dosa (Kej 2:5-6,9; 3:17 dst) dan motif lain tentang sebuah tempat kebahagiaan (bdk dengan tanah yang membahagiakan dalam Epos-Gilgames; pulau-pulau para Hosparid di dalam mitologi klasik). --> Eden. Boleh jadi Kej 2:10-14 menunjukkan sebuah pandangan dunia yang primitip. Menurut lukisan itu dunia ini diairi oleh 4 sungai, yang sesuai dengan keempat bagian dunia di dalam kosmologi di Timur-tengah. Di sumber umum dari sungai-sungai itu ditaruhkan orang ~F sebagai tempat pusat kesuburan. Pandangan itu nampaknya berkembang sampai abad 10 (bdk.: pemilihan kota Asyur sebagai titik orientasi). Sebagian besar di dalam bahan-bahan itu mengungkapkan pandangan-pandangan masyarakat umum pada waktu itu, sehingga tidak bisa dipakai sebagai lukisan obyektif untuk lingkungan yang riel dari manusia yang pertama. Tetapi penulis menggunakan motif ~F sebagai lambang dari pandangan, bahwa penderitaan dan kematiaan adalah akibat dari dosa, tetapi di dalam akhir zaman tidak lagi ditemukan dosa dan dengan demikian tidak ada pula penderitaan maupun kematian. Di dalam harapan itulah terletak corak khas Kej 2:1-3:24.
- (2) Soal ~F dari akhir zaman. Harapan keselamatan Isr. berulang-kali melukiskan kebahagiaan mendatang dalam warna-warni firdaus (bdk.: Dengan menandai khasiat para raja: Kej 49:10 dst.; \\Yes 11:6\\ dst.: \\Yes 51:3*\\; Yeh 36:35; "Hidup yang panjang" \\Yes 65:17-25*\\). Di dalam sastra apokrif maupun di dalam sastra para Rabi sering diungkapkan tentang sebuah F (1Hen 61:1 dst.; Test. Lev 18; 4 Ezr 7:1-23 dbtl.). Para saleh dibawa ke tempat itu dalam hari-hari Mesias atau di dalam Eon/zaman yang akan datang, setelah diadakan penghakiman. Kebanyakan naskah menempatkan ~F dalam zaman purba itu sama dengan ~F di akhir zaman. --> Di dalam PB (Wahy 2:7) Kristus menjanjikan sebatang pohon kehidupan yang ada di dalam ~F Allahnya kepada Pemenang. Oleh persatuannya dengan Kristus, kebahagiaan itu sudah terjangkau sekarang bagi orang beriman (eskatologi yang didahulukan; bdk. pula: Wahy 22:1 dst.).
- (3) ~F penantian. Penyamaan antara ~F dalam zaman purba dengan ~F di akhir zaman mengandaikan adanya ~F itu tetap berlangsung. Ajaran tentang pembalasan bermaksud memberi perbedaan pada nasib orang mati. Para saleh, para Nenek-moyang dan para terpilih dipindahkan ke ~F sebelum dibangkitkan (\\1Hen 60:8; Yub 4:23\\). Juga di dalam PB ~F adalah tempat istirahat penantian para orang saleh (Luk 23:43). Menurut pandangan Yahudi, mereka beristirahat di situ dalam pangkuan Abraham (Luk 16:23), namun kini Yesuslah yang menjadi titik pusat persekutuan orang-orang mati (Filip 1:23). Dari \\Mark 13:27*\\ dapat ditarik kesimpulan, bahwa pemikiran orang tentang ~F yang dimaksud adalah surga (bdk.: Luk 16:26; 2Kor 12:2 dst.). --> Sejarah purba.