BETA
Index Topik
Bilangan, Kitab
Bilangan, Kitab
Bilangan, Kitab
Sumber: haag
Id Topik: 5057
Bilangan (Kitab ~B).
Kitab --> Pentateukh yang keempat.
- (1) Isi dan susunan. Kitab ~B adalah sebuah campur-adukan yang tidak berhubungan satu sama lain mengenai peristiwa-peristiwa dan undang-undang. Atas dasar laporan-laporan kronologis dan geografis yang hanya sedikit itu, timbul pembagian sebagai berikut: saat tinggal di padang gurun Sinai (Bil 1:1-10:10). Perjalanan melintasi gurun ke Kadesy dan sekitarnya (Bil 10:11-22:1). Saat tinggal di daerah sekeliling Moab (Bil 22:2-36:13). Kitab ~B mengandaikan kedatangan mereka di Sinai dan wahyu Allah yang diperolehnya di situ.
- (2) Timbulnya Kitab ~B. Meskipun tidak ditemukan pengulangan yang jelas, namun sumber-sumber Pentateukh juga dapat ditentukan ada di dalam kitab ~B. Boleh jadi kitab ~B merupakan penutupan keseluruhan dalam penyusunan terakhir Pentateukh. Akan hal tersebut ditunjukkan di situ soal kematian Harun (Bil 20:22 dst) dan kematian Miryam (Bil 20:1). Juga soal pemakluman kematian Musa (\\Bil 27:12*\\), penyerahan kekuasaan kepada Eleazar dan Yosua (Bil 27:15-23). Para penyusun telah menciptakan karya itu dengan menggunakan sumber-sumber tradisi Imamat sendiri secara melimpah, tetapi mereka juga menggunakan sumber Y dan E. Misalnya saja untuk penyusunan ceritera Bileam (Bil 22:1-24:25) mereka gunakan sumber E maupun Y.
- (3) Theologi. Kitab Pentateukh menyodorkan pandangan yang dicita-citakan oleh Israel. Pandangan tersebut tidak ditunjukkan di dalam penglihatan untuk waktu mendatang, seperti Yeh 40-48, tetapi dengan pembentukan suatu keadaan yang dicita-citakan pada saat yang telah lalu, terutama pada saat hidup di padang gurun. Kitab ~B menunjukkan, bagaimana bangsa itu diatur menurut suku-sukunya dan dikelompokkan menggelilingi tempat kudus dan ibadatnya, di mana mereka ikut ambil bagian secara aktif. Orang-orang Lewi tidak disebutkan ke dalam 12 suku itu tadi. Mereka membentuk kelompok tersendiri. Mereka ditugaskan melayani tempat kudus, sebab mereka menjadi pengganti semua anak yang lahir sulung dan menjadi milik Yahwe. Sebetulnya mereka itu anak sulung yang harus dikorbankan. Orang-orang Lewi secara jelas masih berada di bawah para imam, putra-putra Harun. Yahwelah yang mengulangi hukumNya terhadap sikap perlawanan ("menggerutu") dari bangsa. Saat tinggal di padang gurun yang lama dan kematian Musa yang terlalu pagi, diartikan menjadi hukuman dan silih atas ketidak-percayaan mereka. Dalam segi pandangan yang lain, Yahwe tidak jarang berdamai kembali atas perantaraan Musa dan Harun. Dengan demikian telah ditunjukkan di situ kekuasaan religius Musa (Bil 12:7-8). Pandangan soal hirarki serta penggantinya ditekankan sekali dalam ~B: Rokh, yang hinggap pada Musa diteruskan pada ketujuh puluh tua-tua (Bil 11:16-17). Akhirnya Musa menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Yosua (Bil 27:12-13) dan mengenakan pakaian immamat Harun kepada Eleazar (Bil 20:25-29).