BETA

Index Topik

EFESUS, SURAT KEPADA JEMAAT DI

EFESUS, SURAT KEPADA JEMAAT DI

EFESUS, SURAT KEPADA JEMAAT DI
Sumber: browning
Id Topik: 407

Dalam PB adalah surat Paulus yang kelima. Namun, surat ini lebih merupakan risalah doktriner, yang diberi baju sebuah surat dengan pembukaan dan salam resmi pada bagian akhir. Surat ini telah diketahui oleh *Ignatius (...107 M) dan bahkan mungkin oleh *Klemens dari Roma pada 96 M, ketika ia menulis kepada jemaat *Korintus. Meskipun sejak akhir abad ke-2 M secara eksplisit dianggap sebagai karya Rasul Paulus, lebih banyak ilmuwan modern ragu terhadap autentisitas kepenulisan Paulus. Hal ini karena pertama-tama, adanya hubungan antara Surat Efesus dengan Surat Kolose. Kedua, adanya petunjuk mengenai pemenjaraan penulisnya (Ef. 6:20; bnd. Kol. 4:18) dan mengenai surat yang dibawa oleh *Tikhikus (Ef. 6:21; bnd. Kol. 4:7) memperlihatkan bahwa kedua surat itu disusun pada waktu yang hampir bersamaan secara berurutan. Terdapat kesamaan luar biasa; sepertiga Surat Efesus, yaitu 155 ayat, sejajar dengan Surat Kolose (lih. mis., 'aturan rumah tangga' dalam Ef. 5:21-6:7 dengan Kol. 3:18-4:1). Pada pihak lain, terdapat perbedaan tajam antara kedua dokumen tersebut dalam gaga dan isinya. Kata ekklesia, Gereja, dalam Surat Efesus menunjuk pada Gereja universal; namun dalam Surat Kolose, kata itu menunjuk, baik kepada Gereja pada umumnya, maupun kepada jemaat lokal di Kolose. Istilah-istilah kunci digunakan dengan pengertian yang berbeda. Dalam Ef. 1:9-10, yang dimaksud dengan '*rahasia' (yang berarti pernyataan rahasia, bukan rahasia yang misterius) adalah kehendak Allah bahwa orang-orang *bukan Yahudi, seperti halnya orang-orang Yahudi, merupakan anggota-anggota persekutuan yang sederajat Sedangkan dalam Kolose, yang dimaksud 'rahasia' adalah Kristus sendiri. Sulit dipercaya bahwa penulis yang sama dapat menggunakan begitu banyak kata dari surat yang baru saja ditulisnya dan kemudian memperkenalkan arti yang berbeda-beda seperti itu.

Oleh karena itu, kemungkinan besar penulisnya adalah murid Paulus, yang memiliki akses, paling tidak, terhadap surat-surat Paulus sebelumnya dan menulis dokumen ini untuk sekelompok jemaat, menjelang akhir abad pertama, kepada sekelompok Gereja. (Berbagai manuskrip awal menghilangkan kata 'di Efesus' pada 1:1, dan *Marcion menganggapnya sebagai surat kepada jemaat *Laodikia. Bnd. Kol. 4:16 dan Why. 3:14.) Sesuai dengan kelaziman yang diterima, surat ini dikirim dengan pseudonim (nama samaran), suatu *gaya sastra yang sah digunakan pada masa itu, yang dengannya penulis mengakui ketergantungannya pada gurunya.

Surat ini tidak berkenaan dengan doktrin *pembenaran, yang begitu dominan dalam Surat Roma dan Galatia, tetapi merupakan pemaparan keunggulan Kristus atas semua kuasa kosmik (Ef. 1:21). Dia mengejawantahkan rencana Allah untuk *kepenuhan (Yunani: pleroma) waktunya (1:10), yang merupakan tujuan *penciptaan. Dialah yang membawa semua ras manusia ke dalam kesatuan, baik orang Yahudi, maupun bukan Yahudi; dan Gereja, yaitu kepenuhan (pleroma) Kristus (1:23) -- yang diisi penuh oleh-Nya -- menjadi alat, yang dengannya rencana Allah disempurnakan. Karya pendamaian Kristus yang bersifat universal itu harus dimulai dari Gereja sendiri, yakni ketika kesatuan terwujud oleh kasih dan Baling melayani. Dari *tubuh Kristus itulah (5:30) kesatuan menyebar keluar.

Doktrin yang demikian tinggi tentang Gereja dalam surat ini dan petunjuk-petunjuknya mengenai *pelayanan (4:11) serta kedudukan Kristus sebagai Kepala Gereja (5:23), menyebabkan surat ini mendapatkan tempat penting dalam diskusi-diskusi oikumenis modern.