BETA

Index Topik

YOHANES, SURAT-SURAT

YOHANES, SURAT-SURAT

YOHANES, SURAT-SURAT
Sumber: browning
Id Topik: 2001

Ketiga surat yang secara tradisional, namun agaknya mustahil, dikaitkan dengan Rasul Yohanes. Rasanva tidak mungkin seorang rasul menyebut dirinya hanya sebagai '*tua-tua' atau *presbyter (2Yoh. 1:3; 3Yoh. 1). Namun, hubungannya dengan Injil keempat memang dekat; banyak istilah-istilah khas Injil keempat tampak dalam surat-surat tersebut, misalnya 'terang', 'kasih', 'dunia', dan 'kebenaran'. Surat-surat ini ditulis dalam menghadapi permasalahan: beberapa anggota jemaat atau anggota-anggota jemaat sebelumnya (1Yoh. 2:19) yang bersikap membenci daripada mengasihi, meskipun mereka mengaku tanpa dosa (1Yoh. 1:8). Hal ini tampaknya dikaitkan dengan Kristologi bidat mereka. Mereka menyangkal kemanusiaan Yesus secara penuh (1Yoh. 4:2), yang *dibaptiskan dan *disalibkan (1Yoh. 5:6).

Surat ketiga khususnya menegur *Diotrefes, yang tmpaknya ingin merebut peran kepemimpinan si tua-tua. Ia bersikap tidak ramah (3Yoh. 5 dst.), menyimpang dari kebiasaan Kristen (Rm. 12:13; 1Ptr. 4:9). Meskipun demikian, 2Yoh. 10 sangat dekat dengan ketidaksopanan Diotrefes, yang sedang naik daun itu, karena mendorong para pembacanya ('anak-anak' yang benarbenar dikasihi, 2Yoh. 1) untuk mengucilkan mereka yang menyimpang dari ortodoksi yang ketat.

Tampaknya *Efesus adalah tempat yang paling mungkin bagi penyusunan surat-surat ini. Karena, kota ini merupakan pusat, tempat bertemunya *Yudaisme dan *Helenisme, yang keduanya menarik bagi sementara anggota jemaat. Oleh *Irenaeus, Efesus dihubungkan dengan Yohanes.