BETA

Index Topik

YOHANES, KITAB WAHYU KEPADA

YOHANES, KITAB WAHYU KEPADA

YOHANES, KITAB WAHYU KEPADA
Sumber: browning
Id Topik: 1999

Kitab ini juga disebut *apokalypse; kitab terakhir dalam Alkitab, secara tradisional dianggap berasal dari Yohanes sang Rasul, namun melihat bahasa serta isinya, rupanya karya ini tidak mungkin berasal dari tangan yang sama dengan Injil keempat, dan tidak mungkin bahwa Yohanes yang dimaksud (Why. 1:4) adalah Rasul Yohanes, atau Yohanes tuatua (dalam 2 dan 3 Yohanes). *Irenaeus !!(+/- 190 M!!) berpendapat bahwa penglihatan Yohanes ditulis menjelang berakhirnya pemerintahan Kaisar *Domitianus, yang penyusunannya kira-kira dilakukan pada 95 M, ketika umat Kristen mengalami babak penindasan yang lain.

Kitab Wahyu ditulis untuk menguatkan hati umat Kristen pada akhir abad pertama M, bukan untuk meramalkan peristiwaperistiwa beberapa abad ke depan -- meskipun kitab ini merupakan ilham untuk sepanjang zaman. Gambaran-gambaran, penglihatan-penglihatan, dan simbolsimbolnya merupakan lahan subur untuk penafsiran-penafsiran yang aneh. Ketiga pasal pertama karya ini berbentuk surat kepada tujuh jemaat di Asia Kecil, yang kelalaiannya diketahui dengan baik oleh Yohanes dan dikecam dengan keras.

Kitab ini berlanjut dengan serangkaian bilangan *tujuh: tujuh meterai (Why. 4:1-8:5), tujuh sangkakala (Why. 8:2-11:9), tujuh penglihatan binatang buas (Why. 12:1-15:4), tujuh mangkuk (Why. 15:5-19:10), dan tujuh penglihatan selanjutnya, diikuti dengan uraian mengenai Yerusalem baru (Why. 19:11-22:5), serta epilog (Why. 22:6-21). Setiap kumpulan tujuh pada dirinya sendiri memperlihatkan miniatur apokalypse, dan kelihatannya untuk menjawab enam hari kerja Allah dalam cerita *penciptaan pada Kitab Kejadian, ditambah hari *Sabat. Yohanes memperlihatkan bentuk kekristenan yang paling ekstrem dalam PB, yang berlawanan dengan kebudayaan sekitarnya. Tidak ada pertanyaan mengenai sikap terhadap kaisar (seperti dalam Rm. 13) -- *Roma adalah '*Babel' (Why. 17:5) dengan tujuh bukitnya (Why. 17:9) dan yang menghancurkan Yerusalem pada 70 M, seperti yang dilakukan oleh Babel kuno pada 586 sM.

Wahyu sangat berutang pada tulisan-tulisan apokalyptik PL, seperti Yehezkiel, Zakharia, dan Daniel. Dengan mengingat kitab-kitab inilah para pembaca Wahyu pertama-tama menangkap pesan si pelihat mengenai sikap tidak kompromi terhadap agama kafir. Pemujaan Dewi Isis Mesir mungkin dapat digabungkan dengan penyembahan *kaisar, namun hal itu tidak dapat diterima oleh umat Kristen, walaupun maksud penyembahan kaisar adalah untuk menggabungkan ratusan ras yang berbeda-beda ke dalam satu negara. Dalam soal penyembahan kaisar, tidak ada pengecualian yang diberikan kepada umat Kristen (demikian pula untuk umat Yahudi). Mereka tidak dapat mengakui bahwa negara adalah kebenaran tertinggi, juga tidak dapat mengakui adanya kuasa dan kekayaan sebagai realitas yang di hadapannya semua orang harus berlutut. Karena itu, kaisar-kaisar Romawi dihinakan dengan piktogram 666 (13:18), yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani, menurut jumlah bilangan nilai huruf-hurufnya menunjuk kepada *Nero, kaisar yang paling jahat di antara semua kaisar, yang menikam diri sendiri pada 68 M. Binatang buas dalam Why. 13:3 mungkin menunjuk kepada Caligula, yang mempunyai luka karena dibunuh.

Kitab Wahyu adalah kitab mosaik, yang sangat sulit bagi para pembaca modern untuk menguraikannya, namun pesannya jelas: kehidupan Kristen selalu berada dalam konflik dan perjuangan, yang di dalamnya maut merupakan bagiannya, tetapi *kebangkitan Yesus memampukan kita mengatasi penderitaan dan maut.