BETA

Index Topik

YEREMIA, KITAB

YEREMIA, KITAB

YEREMIA, KITAB
Sumber: browning
Id Topik: 1979

Kitab kedua dari tiga kitab Nabi Besar, setelah Yesaya dan sebelum *Yehezkiel. Banyak nubuat Yeremia terpelihara oleh *Barukh, sekretarisnya (Yer. 36), namun upaya-upaya ilmiah untuk menentukan bagian-bagian mana dari kitab itu yang ditulis dalam gulungan, secara umum belum ada kesepakatan. Karya editorial yang penting telah dilakukan atas seluruh bagian kitab ini. Pengaruh kelompok *Deuteronomis meninggalkan jejak pada teologinya. Kelompok ini mempunyai maksud tujuan membarui perkataan-perkataan Yeremia sedemikian rupa, sehingga berlaku untuk situasi generasi kemudian. Hal ini secara jelas tampak pada khotbah Bait Allah Yeremia yang terkenal itu (pasal 7) dan bagian-bagian berikutnya, yang berisi perkataan-perkataan dan frasa-frasa Deuteronomis. Perkataan-perkataan Nabi Yeremia yang asli telah disunting, dan rupanya bahan tersebut memperoleh bentuk finalnya di antara orang-orang buangan di Babel. Mereka ini adalah orang-orang yang dimaksud dalam Yer. 29. Lebih dari itu, dalam buku ini dapat dilihat dengan jelas nuansa menghina yang dirasakan oleh orang-orang buangan terhadap orang-orang *Yudea, yang tetap tinggal di tanah air mereka. Penekanan terhadap *Taurat, yang menggantikan peran Bait Allah sebagai fokus ketaatan, dan perkembangan umat Yahudi dalam *pembuangan yang disebut sebagai Umat Kitab, merupakan gambaran penting di Babel, yang menyebabkan terjadinya hubungan antagonis dengan orang-orang yang tidak ikut serta dibuang. Perasaan ini meningkat setelah kembali dari pembuangan (Ezr. 4:1-5). Namun, klaim superioritas moral orang-orang buangan ('sisa-sisa yang setia') dikemukakan dalam Yes. 46:3, berlawanan dengan tanah Yehuda yang sunyi (Yes. 43:28), dan terutama Yeh. 33:23-29. Dalam Yer. 29-33 kata-kata Nabi Yeremia sendiri dianggap sesuai dengan komunitas di dalam pembuangan yang adalah 'sisa-sisa Israel' yang sesungguhnya. Setelah cerita penghancuran Yerusalem pada 586 sM (Yer. 37-39), muncullah tanda-tanda bahwa masa depan umat *perjanjian berada pada mereka yang berada di Babel, sementara mereka yang tertinggal di Yehuda dikutuk dengan keras. Karena itu, diduga bahwa bahan dalam Kitab Yeremia ini mencapai bentuk finalnya di pembuangan Babel dan dimaksudkan untuk mendukung dan menguatkan hati orang-orang Yahudi di sana. Orang-orang yang tertinggal di Yehuda setelah 586 sM ditolak oleh Yer. 40:7-14 sebagai orang-orang yang tidak memiliki pengharapan masa depan umat Israel. Pengharapan ini ada pada orang-orang buangan di Babel (2Raj. 25:27-30).