Index Topik
TEOLOGI PEMBEBASAN
TEOLOGI PEMBEBASAN
Sumber: browning
Id Topik: 1812
Berbagai teolog Roma Katolik yang bekerja di lingkungan masyarakat miskin Amerika Latin, menekankan bahwa, baik dalam PL, maupun dalam PB, ketidakadilan dan penindasan dikutuk demi Allah. Kitab Keluaran dan Kitab 1 dan 2 Makabe menganjurkan kaum tertindas untuk menolak tunduk kepada penderitaannya. Yesus ada di pihak orang miskin dan menentang pemerasan oleh orang kaya (Luk. 16:19-31). Orang-orang Kristen pertama membebaskan diri mereka dari ketidaksamaan kesejahteraan yang ada (Kis. 4:32). Di berbagai negara seperti Peru, Brasilia, Amerika Tengah, Afrika Selatan, *Alkitab telah dipakai sebagai dasar dan sebagai pembenaran bagi aksi politik demi mereka yang terdiskriminasi.
Teologi pembebasan tidak disambut baik oleh para teolog yang melihat di dalamnya suatu analisis masyarakat Marxis. Mereka takut bahwa Yesus diinterpretasikan dalam kategori-kategori yang sudah tertentu lebih dulu dan kemudian Yesus dipaskan ke dalamnya. Juga dikatakan bahwa teologi pembebasan itu tidak memperhatikan hasil-hasil penelitian kritis ilmiah yang diakui umum. Tetapi, pengaruh teologi pembebasan (dan gerakan seperti teologi feminis yang sejiwa) sangatlah besar dan luas. Ada kemajuan mantap dalam upaya mengajar kelompok-kelompok tertindas untuk memahami keadaannya dan mengubahnya. Upaya ini disebut konsientisasi.
Satu dua teolog Barat telah mengangkat dan menyesuaikan teologi pembebasan itu supaya dapat digunakan dalam apa yang mereka sebut 'kebudayaan melanggar ketertiban' yang mengikis tonggak-tonggak keberhasilan moral dan intelektual. Untuk membalikkan nilai yang sudah terus surut, mereka menyambut teologi pembebasan yang mempertanyakan ideal-ideal suatu masyarakat terhormat dan teratur supaya melihat melampaui batas kepentingan dirinya sendiri.