Index Topik
PENEBUSAN
PENEBUSAN
Sumber: browning
Id Topik: 1316
1) *Dosa telah merusak hubungan antara Allah dengan manusia, dan penebusan merupakan sarana, yang dengannya *pendamaian berlangsung. Dalam PL *korban dan persembahan ditetapkan dan berkembang dengan baik dalam periode pasca *pembuangan, dengan makna untuk menyingkirkan sekat pemisah yang diakibatkan oleh dosa, yang telah memisahkan manusia dari kemurahan Allah. Korban-korban ditentukan oleh Allah yang maharahim demi pemulihan persahabatan, yang tidak mungkin dicapai oleh seorang individu melalui perbuatannya sendiri. Pada zaman Makabe korban-korban binatang dianggap telah digantikan dengan nilai penebusan suatu penderitaan. Dalam kisah para martir Makabe, penderitaan mereka dianggap sebagai penebusan, bukan hanya bagi para penderitanya, melainkan juga bagi orang lain. Karena itu, anggota Makabe yang termuda di antara tujuh bersaudara, memohon kepada Allah agar melalui dirinya dan saudara-saudaranya murka Yang Mahakuasa, yang ditimpakan kepada umat Israel dapat diakhiri (2Mak. 7:38).
Dalam PB, penebusan dihubungkan dengan *kehidupan, *kematian, dan *kebangkitan Yesus, dan barangkali Dia sendiri telah memahami kematian-Nya yang akan segera terjadi dalam hubungannya dengan penebusan (Mrk. 10:45). Pada surat Paulus kepada jemaat Roma, sumber rahmat Allah dalam mendamaikan manusia adalah Yesus Kristus (Rm. 3:25), dan dalam Surat Ibrani, gagasan tentang korban digunakan; pencemaran karena *dosa disucikan oleh darah korban yang tak berdosa. *Darah ketaatan Kristus dan hidup yang dipersembahNya dicurahkan ke atas hati nurani kita yang berdosa, sehingga kita dapat menghampiri Allah dengan ketaatan yang sama.
2) Pelepasan oleh seorang 'penebus' dari suatu keburukan dengan membayar harganya. Hamba-hamba dapat dibebaskan atau ditebus dengan cara ini. Apabila seekor lembu menanduk seseorang hingga mati, si pemilik yang tidak menjaga lembunya itu harus dihukum mati juga, tetapi suatu harga tebusan dapat menyelamatkannya (Kel. 21:30). Sanak keluarganya yang berhak membayarkan harga tebusan itu disebut go'el dalam bahasa Ibrani, dan kata yang sama itu digunakan bagi Yahweh sebagai pelepas bangsa pilihan-Nya (Yes. 41:14). Surat-surat PB menyatakan bahwa Kristus menebus manusia dari 'dunia jahat yang sekarang ini' (Gal. 1:4), atau dari 'perhambaan' si Iblis (Ibr. 2:14-15). Penebusan ini sudah terlaksana (Rm. 8:29), tetapi juga masih menantikan penyempurnaannya dengan pemusnahan kematian (Rm. 8:23). Sebagaimana dalam PL, penulis-penulis PB juga menyebutkan bahwa Allah menebus suatu bangsa bagi diri-Nya (Why. 5:9), dan *kematian Kristus diberitakan sebagai penebusan umat manusia dari akibat atau hukuman *dosa-dosa mereka (Gal. 3:15).
Dalam aliran *Gnostik ada ajaran tentang seorang penebus. Ia dibayangkan telah diutus untuk turun dalam penyamaran ke bumi dari alam rohani untuk menerangi umat manusia dengan pengetahuan (gnosis) tertentu mengenai identitas mereka sesungguhnya. Aliran Gnostik dalam lingkungan Kristen tidak melihat pekerjaan Kristus sebagai yang membebaskan dari dosa, tetapi lebih menuntun orang pada pengenalan diri sendiri.