BETA

Index Topik

MESIAS

MESIAS

MESIAS
Sumber: browning
Id Topik: 1096

Kata Ibrani yang berarti 'yang diurapi', orang yang akan menjadi *juruselamat umatnya. Dalam PL digunakan baik untuk raja-raja dan untuk imam-imam, terutama Raja Daud dan para penggantinya, tetapi juga untuk *Koresy (Yes. 45:1). Dalam pengharapan eskhatologis nabi-nabi, diharapkan seorang raja yang kelak akan memerintah dalam keadilan dan dalam damai (Yes. 11:1-5), namun kata 'mesias' itu sendiri tidak ditemukan dalam tulisan-tulisan mereka. *Gulungan Laut Mati menunjuk pada kedatangan dua tokoh imamat dalam tradisi *Melkisedek, yang menyatakan kedua fungsi itu, yaitu raja dan imam, dalam dirinya. Pada perumpamaan-perumpamaan Kitab Henokh (Henokh 37-71), dari pertengahan abad pertama M, ada pula disebut seorang Mesias yang adalah *Anak Manusia surgawi. Jadi, inti referensinya adalah Allah yang turun tangan dalam sejarah manusia dengan mengutus utusan-Nya. Para pembaca Kristen kemudian mendapatkan petunjuk-petunjuk dalam PL bahwa Mesias ini harus menderita (mis. Mzm. 22:6-8).

Dalam PB 'mesias' Ibrani ini menjadi 'Kristus' (bah. Yunani: Christos). Tetapi petunjuk kepada Yesus sebagai Mesias sangat jarang terdapat dalam Injil-injil Sinoptik. Sedikitnya petunjuk ini mencerminkan tradisi bahwa Yesus sendiri tidak suka memakai gelar-gelar seperti ini untuk diriNya sendiri. Sekalipun demikian, cerita masuknya Yesus ke Yerusalem (Mrk. 11:1-10) dan pemurnian Bait Allah (Mrk. 11:15-19) memperlihatkan adanya pengertian pada-Nya tentang pembebasan umat-Nya, seperti dinubuatkan *Maleakhi (3:1). Waktu Yesus disebut Kristus oleh Petrus, Petrus ditegur (Mrk. 8:29) dan disuruh diam mengenai hal itu. Hanya pada *pengadilanNya Yesus mengiakan pertanyaan-pertanyaan Imam Besar mengenai kemesiasan itu (Mrk. 14:61 dst.). Dalam Mat. 26:64, jawaban Yesus itu berbunyi: 'engkau telah menyatakannya', yang mengecilkan artinya untuk pengadilan-Nya sekarang, tetapi segera Yesus pasti akan menerima kedudukan yang mengukuhkan kehormatan mesianikNya 'di sebelah kanan Allah'. Suatu ucapan penghujatan yang tidak memerlukan bukti lain dalam pengadilan. Jawaban Yesus kepada *Pilatus (Mat. 27:11) juga merupakan pengakuan kemesiasan-Nya, tetapi tanpa penjelasan atau pembenaran -- kecuali dalam Injil (Yohanes 18:36) ada pernyataan: 'Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini'.

Pada waktu kebanyakan anggota Gereja tidak lagi berkebangsaan Yahudi, sebutan 'Kristus' kehilangan anti aslinya sebagai Mesias, yang diurapi. Orang-orang bukan Yahudi tidak berkepentingan akan seorang Mesias, yang akan membangun kembali kerajaan Israel. Maka Kristus menjadi kata sifat untuk Yesus (mungkin dicampuradukkan dengan kata 'Chrestos', yang berarti 'baik'). Kemudian Kristus ini menjadi nama kecil. Malah Paulus, yang adalah seorang Yahudi, sudah mulai menggunakan sebutan 'Kristus' sebagai ganti nama Yesus, atau digabungkan bersamanya.